Bursa & Saham

Saham GOTO Anjlok! Apa Penyebabnya?

Kokoinves.comSaham GOTO mengalami tekanan signifikan dan turun drastis dari level Rp 80-an. Pada akhir sesi pertama perdagangan 18 Februari 2025. Saham GOTO anjlok ditutup melemah 3,66% ke level Rp 79 per lembar, yang juga menjadi titik terendahnya dalam sepekan terakhir.

Dalam sesi perdagangan tersebut, sebanyak 2,1 miliar saham GOTO berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 9.263 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 167,46 miliar. Secara keseluruhan, dalam sebulan terakhir, saham emiten teknologi ini mengalami penurunan sebesar 8,14%.

Faktor Dari Saham GOTO Anjlok

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi pelemahan saham GOTO adalah pernyataan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker). Yassierli terkait tuntutan pemberian tunjangan hari raya (THR) bagi pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online. Kebijakan ini menjadi tantangan besar bagi perusahaan berbasis aplikasi seperti Gojek dan Tokopedia dalam menentukan status hukum serta kesejahteraan para mitra pengemudinya.

Pemerintah Soroti Status Pekerja Online

Dalam pertemuan dengan para pengemudi ojol yang melakukan aksi demonstrasi di kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Jakarta pada 17 Februari 2025. Menaker Yassierli menegaskan pentingnya kepastian hukum bagi para pengemudi layanan berbasis aplikasi. Ia menyatakan bahwa selain permasalahan THR, status hukum pengemudi ojol harus diperjelas agar mereka bisa mendapatkan hak dan kesejahteraan yang layak seperti pekerja formal lainnya.

“Ini adalah tugas besar bagi kami. Regulasi pekerja berbasis aplikasi harus diupayakan agar mereka mendapatkan jaminan sosial, kepastian upah, dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Yassierli.

Regulasi Baru untuk Pengemudi Ojol dan Taksi Online

Menaker juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan kajian bersama. Para pakar dan berdiskusi dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) guna memahami bagaimana negara lain mengatur pekerja layanan berbasis aplikasi.

“Kami melihat regulasi di berbagai negara yang sudah memberikan perlindungan hukum bagi pekerja platform online. Hal ini menjadi referensi bagi kami untuk menciptakan regulasi yang adil dan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga : Saham CUAN Kembali Menguat: Rekomendasi dan Target Harga Terbaru

Pemerintah Siapkan Payung Hukum

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan menegaskan bahwa Kemnaker sedang menyusun regulasi yang memperjelas status pengemudi ojol dan taksi online. Menurutnya, pekerja transportasi online harus diakui sebagai pekerja, bukan sekadar mitra.

“Kami sedang merumuskan regulasi yang menetapkan status mereka sebagai pekerja agar mereka mendapatkan hak yang semestinya. Regulasi ini bisa dalam bentuk peraturan menteri (Permen) atau peraturan pemerintah (PP), yang terpenting adalah adanya legal standing bagi mereka,” jelas Immanuel.

Dampak Kebijakan terhadap Saham GOTO yang Anjlok

Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran bagi investor, terutama terkait potensi peningkatan biaya operasional GOTO dalam memberikan kesejahteraan bagi para pengemudinya. Ketidakpastian regulasi juga berpotensi menekan kinerja keuangan perusahaan, sehingga memicu aksi jual oleh para investor.

Sebagai perusahaan teknologi yang mengandalkan model bisnis kemitraan dengan pengemudi. GOTO kini menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan regulasi yang akan datang. Jika regulasi baru mengharuskan perusahaan untuk mengubah skema kerja pengemudi menjadi karyawan tetap, maka biaya operasional GOTO diprediksi akan meningkat secara signifikan.

Tekanan pada saham GOTO tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi pasar, tetapi juga oleh perkembangan kebijakan ketenagakerjaan yang sedang digodok oleh pemerintah. Investor perlu mencermati perkembangan regulasi ini karena dampaknya bisa cukup signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.

Sementara itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan kepastian hukum bagi para pekerja platform online agar mereka mendapatkan hak yang lebih layak. Bagaimana GOTO dan perusahaan berbasis aplikasi lainnya merespons kebijakan ini akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pergerakan saham mereka di masa depan.

admin

Recent Posts

CDIA Beri Pinjaman Rp 2,35 Triliun ke Anak Usaha di Singapura untuk Ekspansi Bisnis

PT Chandra Asri Pacific Tbk (CDIA) mengumumkan rencananya untuk memberikan pinjaman kepada dua anak usahanya…

3 days ago

Prospektif Terhadap Saham CDIA (PT Chandra Daya Investasi Tbk) untuk tahun 2026 Dengan Target Rp 2.500.000 per saham

Profil & Potensi Bisnis Saham CDIA Saham CDIA ( PT Chandra Daya Investasi Tbk) holding…

2 weeks ago

Menilai Prospek Emiten Tambang & Energi Grup Bakrie Pasca Kuartal III-2025

Emiten pertambangan terbesar di Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mencatatkan penurunan kinerja signifikan…

2 weeks ago

Saham Indonesia Yang Masuk Indeks MSCI Menjadi Peluang untuk Investor

Dua emiten Indonesia tercatat resmi masuk ke indeks utama MSCI. Dalam pengarakan kuartalan yang berlaku…

3 weeks ago

JPMorgan Meluncurkan Tokenisasi Dana Ekuitas Swasta di Blockchain Miliknya

JPMorgan Chase baru saja mengambil langkah besar dalam dunia keuangan digital dengan meluncurkan tokenisasi dana…

1 month ago

Saham IPO PJHB (PT Pelayaran Jaya Hidup Baru) Peluang Investasi Menarik dari Sektor Pelayaran

PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada…

1 month ago