Bursa & Saham

Saham TPIA Meroket: Apa Penyebabnya?

Kokoinves.com – Pada sesi perdagangan pagi 4 Februari 2025, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), perusahaan petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu, mengalami lonjakan signifikan. Pada pukul 10.03 WIB, harga saham TPIA tercatat di Rp 8.225, mengalami kenaikan sebesar 9,67% dibandingkan hari sebelumnya.

Aktivitas perdagangan TPIA juga menunjukkan volume yang tinggi. Sebanyak 25,36 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 12.303 kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 203,42 miliar. Lonjakan ini menjadikan TPIA sebagai salah satu saham yang paling banyak diperjualbelikan pada sesi perdagangan tersebut.

Tren Positif Saham TPIA dalam Beberapa Hari Terakhir

Saham TPIA tidak hanya melonjak pada 4 Februari 2025, tetapi juga menunjukkan tren positif dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan 31 Januari dan 3 Februari 2025, TPIA mengalami kenaikan berturut-turut sebesar 1,43% dan 5,63%. Tren ini menunjukkan bahwa investor semakin optimis terhadap prospek perusahaan.

Kenaikan harga saham ini bisa menjadi indikasi meningkatnya kepercayaan pasar terhadap strategi bisnis yang dijalankan oleh Chandra Asri Pacific. Selain itu, kabar terkait langkah ekspansi dan investasi perusahaan juga turut mendorong sentimen positif di pasar modal.

Joint Venture dengan Glencore dan Pencarian Pinjaman Sindikasi

Salah satu faktor utama yang mempengaruhi pergerakan saham TPIA adalah laporan dari Bloomberg mengenai joint venture. Chandra Asri Pacific dan Glencore plc. Kedua perusahaan ini membentuk entitas baru bernama CAPGC Pte Ltd, yang saat ini sedang mencari pinjaman sindikasi berkelanjutan senilai US$ 1 miliar.

Pinjaman ini memiliki jangka waktu rata-rata 6,3 tahun dan akan digunakan oleh Aster Chemicals & Energy, salah satu entitas baru di bawah CAPGC Pte Ltd. Dana yang diperoleh dari pinjaman ini akan digunakan untuk keperluan operasional dan ekspansi perusahaan di sektor petrokimia dan energi.

Dari sisi perbankan, Bloomberg melaporkan bahwa DBS Bank Ltd dan Oversea–Chinese Banking Corp bertindak sebagai arrangers dalam pengaturan pinjaman sindikasi ini. Namun, hingga saat ini, Glencore menolak memberikan komentar, sementara TPIA juga belum memberikan tanggapan resmi atas kabar tersebut.

Akuisisi Shell Energy and Chemicals Park Singapore

Langkah ekspansi strategis lainnya yang turut mendukung optimisme investor terhadap saham TPIA adalah akuisisi Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP). Pada tahun 2024, CAPGC Pte Ltd berhasil mengakuisisi seluruh kepemilikan SECP dari Shell Singapore Pte Ltd.

Akuisisi ini memberikan dampak besar terhadap bisnis Chandra Asri, karena SECP merupakan salah satu fasilitas pengolahan petrokimia dan energi terkemuka di Asia Tenggara. Dengan akuisisi ini, Chandra Asri memperluas jangkauan bisnisnya dan memperkuat posisinya dalam industri petrokimia regional.

Baca Juga : Saham WIFI Melonjak 206%: Faktor Pendorong dan Perubahan Kepemilikan

Dampak Positif terhadap Investor dan Prospek Saham TPIA

Lonjakan harga TPIA menunjukkan bahwa investor merespons secara positif berbagai langkah strategis yang dilakukan perusahaan. Beberapa faktor yang menjadi katalis utama bagi kenaikan harga saham ini meliputi:

  1. Tren Positif Perdagangan Saham – Saham TPIA terus mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir, yang menandakan minat investor yang tinggi.
  2. Kolaborasi dengan Glencore – Joint venture dengan Glencore membuka peluang ekspansi bisnis yang lebih luas.
  3. Pencarian Pinjaman Sindikasi US$ 1 Miliar – Pinjaman ini akan membantu perusahaan dalam pengembangan bisnis petrokimia dan energi.
  4. Akuisisi SECP dari Shell – Akuisisi ini memperkuat posisi Chandra Asri dalam industri petrokimia di Asia Tenggara.

Dengan berbagai langkah strategis ini, saham TPIA berpotensi terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu mendatang, terutama jika perusahaan berhasil merealisasikan rencana ekspansi dan meningkatkan kinerja keuangan.

Saham TPIA mengalami lonjakan signifikan karena didorong oleh berbagai faktor, mulai dari tren positif perdagangan dalam beberapa hari terakhir, kerja sama dengan Glencore, pencarian pinjaman sindikasi, hingga akuisisi fasilitas petrokimia di Singapura.

Investor tampaknya optimis terhadap prospek bisnis perusahaan, sehingga mendorong permintaan saham TPIA. Jika strategi ekspansi ini berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin saham TPIA akan terus mencatatkan kinerja positif di pasar modal.

admin

Recent Posts

CDIA Beri Pinjaman Rp 2,35 Triliun ke Anak Usaha di Singapura untuk Ekspansi Bisnis

PT Chandra Asri Pacific Tbk (CDIA) mengumumkan rencananya untuk memberikan pinjaman kepada dua anak usahanya…

1 day ago

Prospektif Terhadap Saham CDIA (PT Chandra Daya Investasi Tbk) untuk tahun 2026 Dengan Target Rp 2.500.000 per saham

Profil & Potensi Bisnis Saham CDIA Saham CDIA ( PT Chandra Daya Investasi Tbk) holding…

1 week ago

Menilai Prospek Emiten Tambang & Energi Grup Bakrie Pasca Kuartal III-2025

Emiten pertambangan terbesar di Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mencatatkan penurunan kinerja signifikan…

2 weeks ago

Saham Indonesia Yang Masuk Indeks MSCI Menjadi Peluang untuk Investor

Dua emiten Indonesia tercatat resmi masuk ke indeks utama MSCI. Dalam pengarakan kuartalan yang berlaku…

3 weeks ago

JPMorgan Meluncurkan Tokenisasi Dana Ekuitas Swasta di Blockchain Miliknya

JPMorgan Chase baru saja mengambil langkah besar dalam dunia keuangan digital dengan meluncurkan tokenisasi dana…

4 weeks ago

Saham IPO PJHB (PT Pelayaran Jaya Hidup Baru) Peluang Investasi Menarik dari Sektor Pelayaran

PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada…

1 month ago